Beasiswa Prasejahtera Program S2 untuk Warga Tidak Mampu

Salah satu program beasiswa afirmasi yang ditawarkan LPDP tahun ini adalah Beasiswa Prasejahtera. Beasiswa ini khusus ditujukan bagi warga tidak mampu yang mengalami kendala ekonomi atau berlatarbelakang miskin. Beasiswa Prasejahtera menawarkan beasiswa S2 untuk studi dalam negeri dan luar negeri. Pilihan perguruan tinggi yang tersedia juga beragam dan tersebar di berbagai wilayah Tanah Air.

Bagi Anda yang berminat mendaftar Beasiswa Prasejahtera, pastikan Anda merupakan anggota keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH), penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), dan/atau Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Seperti beasiswa LPDP umumnya, Beasiswa Prasejahtera juga merupakan beasiswa penuh. Beasiswa mencakup biaya pendidikan yang terdiri dari biaya pendaftaran, biaya SPP, tunjangan buku, tunjangan penelitian tesis/disertasi, biaya seminar internasional, serta biaya publikasi jurnal internasional.

 
Selain biaya pendidikan, Beasiswa Prasejahtera LPDP juga mencakup biaya pendukung yang terdiri dari biaya transportasi, biaya visa, asuransi kesehatan, biaya hidup bulanan, biaya kedatangan, biaya keadaan darurat (jika diperlukan), serta biaya lomba internasional.
 
beasiswa prasejahtera, beasiswa tidak mampu, beasiswa miskin, beasiswa prasejahtera LPDP, beasiswa LPDP, beasiswa warga tidak mampu, beasiswa S2 bidikmisi, beasiswa s2 warga miskin

Simak juga » Beasiswa Reguler LPDP Program S2, S3 Umum

Skema Beasiswa Prasejahtera:
1. Beasiswa Prasejathera diberikan untuk jenjang Pendidikan:
    a. Magister Program satu gelar (single degree/joint degree) atau dua gelar (double degree) dengan durasi pendanaan studi paling lama 24 (dua puluh empat) bulan,
    b. Ketentuan tentang program Double Degree/Joint Degree diatur tersendiri dalam Buku Panduan Program Double Degree/Joint Degree Tahun 2023.
2. Pendaftar Beasiswa Prasejahtera yang telah mempunyai dan mengunggah LoA Unconditional wajib memilih 1 (satu) Perguruan Tinggi Tujuan Dalam Negeri atau Luar Negeri sesuai dengan LoA Unconditional tersebut dan masuk daftar Perguruan Tinggi LPDP.
3. Pendaftar Beasiswa Prasejahtera yang belum memiliki LoA Unconditional wajib memilih 3 (tiga) Perguruan Tinggi Tujuan Dalam Negeri atau Luar Negeri yang ada dalam daftar Perguruan Tinggi LPDP dengan program studi yang sama/sejenis/serumpun.
4. Pendaftar Beasiswa Prasejahtera dapat memilih  Perguruan Tinggi Tujuan dan/atau program studi/subjek diluar daftar Perguruan Tinggi Tujuan LPDP, dengan ketentuan hanya dapat memilih satu Perguruan Tinggi tujuan, wajib mengunggah LoA Unconditional dan bukti pendukung yang menunjukkan bahwa Perguruan Tinggi Tujuan memenuhi kriteria sebagai berikut:
    – unggulan terbaik berdasarkan lembaga/instansi profesi keahlian; dan
    – penilaian lembaga independen pemeringkat dunia yang kredibel dan memiliki reputasi baik.

 
Simak juga » Beasiswa Kuliah Terbaru Jenjang S1, S2, dan S3

Persyaratan:
Persyaratan Umum:

1. Warga Negara Indonesia.
2. Telah menyelesaikan studi program diploma empat (D4) atau sarjana (S1).
3. Pendaftar yang telah menyelesaikan studi magister (S2) tidak diizinkan mendaftar pada program beasiswa magister.
4. Bagi pendaftar lulusan perguruan tinggi luar negeri pada jenjang pendidikan sebelumnya, wajib melampirkan
    – hasil penyetaraan ijazah dan konversi IPK dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, melalui laman https://ijazahln.kemdikbud.go.id/ijazahln/
    – tangkapan layar ajuan penyetaraan ijazah dan konversi IPK pada laman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengenai penyetaraan ijazah dan konversi IPK bagi penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK tersebut belum terbit.
5. Tidak sedang menempuh studi (on going) program magister baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun perguruan tinggi di luar negeri.
6. Tidak sedang mendaftar, akan menerima, atau menerima beasiswa dari sumber lain yang berpotensi double funding selama menjadi penerima beasiswa LPDP.
7. Pendaftar yang melampirkan LoA Unconditional dengan waktu mulai studi yang tidak sesuai dengan ketentuan LPDP maka wajib melampirkan surat keterangan penundaan jadwal perkuliahan program studi dari Perguruan Tinggi yang diunggah bersamaan dengan LoA Unconditional.
8. Melampirkan surat rekomendasi sesuai dengan persyaratan masing-masing program.
9. Memilih Perguruan Tinggi Tujuan dan program studi sesuai dengan ketentuan LPDP.
10. Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan persyaratan bahasa sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pada masing-masing program beasiswa.
11. Beasiswa hanya diperuntukkan untuk kelas reguler atau kelas yang ditetapkan oleh LPDP, dan tidak diperuntukkan untuk kelas-kelas sebagai berikut:
    – Kelas Eksekutif
    – Kelas Khusus
    – Kelas Karyawan
    – Kelas Jarak Jauh
    – Kelas yang diselenggarakan bukan di perguruan tinggi induk
    – Kelas Internasional bagi pendaftar tujuan studi dalam negeri;
    – Kelas yang diselenggarakan di lebih dari 1 (satu) negara perguruan tinggi, atau
    – Kelas lainnya yang tidak memenuhi ketentuan LPDP.
12. Beasiswa dapat diberikan untuk kelas khusus dalam bentuk progam kerja sama antara LPDP dengan instansi lain.
13. Menyetujui surat pernyataan yang telah disediakan pada aplikasi pendaftaran beasiswa LPDP (poin-poin terlampir).
14. Menulis profil diri termasuk riwayat pendidikan yang tidak diselesaikan pada aplikasi pendaftaran.
15. Menulis komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia.
16. Jika pendaftar memiliki publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi maka pendaftar mengisi riwayat publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi pada aplikasi pendaftaran.
 
Simak juga » Program Beasiswa S2 Terbaru Dalam dan Luar Negeri
 
Persyaratan Khusus:
1. Orang tua/kakak kandung/adik kandung/ pendaftar beasiswa merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH), penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), dan/atau Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan dokumen pendukung berupa tangkapan layar pada laman DTKS Kementerian Sosial.
2. Pendaftar tercantum pada kartu keluarga Kepala Keluarga penerima PKH, BPNT, BST, dan/atau PBI sebagaimana dimaksud pada poin 1.
3. Diutamakan pendaftar merupakan anggota keluarga pertama di keluarganya yang mendapatkan gelar Sarjana (S1) atau pertama di keluarganya mengejar gelar Magister, dibuktikan dengan Kartu Keluarga dan surat pernyataan bermeterai Rp10.000 dari pendaftar.
4. Pendaftar tidak berstatus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Pegawai Negeri Sipil (PNS), prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), atau anggota Kepolisian Republik Indonesia (POLRI).
5. Memenuhi ketentuan batas usia pendaftar per 31 Desember di tahun pendaftaran paling tinggi 42 (empat puluh dua) tahun.
6. Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sekurang-kurangnya 3,00 pada skala 4,0 atau yang setara dibuktikan dengan transkrip nilai asli atau salinan yang telah dilegalisir.
7. Mengunggah dokumen sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang diterbitkan paling lambat pada 2 (dua) tahun terakhir dari tahun pendaftaran beasiswa oleh ETS (www.ets.org), PTE Academic (www.pearsonpte.com), IELTS (www.ielts.org), Duolingo English Test (englishtest.duolingo.com), atau Test of English Proficiency/TOEP (plti.co.id) dengan ketentuan sebagai berikut:
    a. Pendaftar program magister dalam negeri skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL ITP® 400, TOEFL iBT® 33, PTE Academic 30, IELTS™ 4.5, Duolingo English Test 65, TOEP 36 atau ekuivalen 400;
    b. Pendaftar program magister  luar negeri, skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL ITP® 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELTS™ 6.0, Duolingo English Test 95, TOEP 66 atau ekuivalen 500;
    c. Sertifikat TOEFL ITP yang berlaku harus berasal dari lembaga resmi penyelenggara tes TOEFL ITP di Indonesia.
8. Melampirkan surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi.Catatan:
LoA Unconditional adalah surat resmi dari perguruan tinggi (official admission) yang menyatakan bahwa seseorang telah diterima sebagai mahasiswa di perguruan tinggi tersebut dengan tanpa persyaratan kecuali persyaratan sponsor pendanaan, dokumen fisik ijazah dan transkrip nilai jenjang studi sebelumnya, dan/atau persyaratan tambahan yang tidak berisiko mengubah status diterimanya orang tersebut sebagai mahasiswa pada program studi yang dituju serta memuat nama lengkap, jenjang studi, program studi, serta durasi studi, lama studi, permulaan studi dan/atau akhir studi;

Ketentuan Perkuliahan:
Perkuliahan Paling Cepat:
1. Seleksi Beasiswa Tahap 1 diberlakukan untuk perkuliahan paling cepat bulan Juli 2023
2. Seleksi Beasiswa Tahap 2 diberlakukan untuk perkuliahan paling cepat bulan Januari 2024

LoA Unconditional adalah surat resmi dari perguruan tinggi (official admission) yang menyatakan bahwa seseorang telah diterima sebagai mahasiswa di perguruan tinggi tersebut dengan tanpa persyaratan, kecuali persyaratan sponsor pendanaan, dokumen fisik ijazah dan transkrip nilai jenjang studi sebelumnya, dan/atau persyaratan tambahan yang tidak berisiko mengubah status diterimanya orang tersebut sebagai mahasiswa pada program studi yang dituju serta memuat nama lengkap, jenjang studi, program studi, serta durasi studi, lama studi, permulaan studi dan/atau akhir studi.

LoA Unconditional yang diunggah harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Perguruan Tinggi dan Program Studi harus sesuai dengan pilihan pada aplikasi pendaftaran
2. Intake studi harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan LPDP terkait waktu perkuliahan paling cepat yang diizinkan
3. Jika intake perkuliahan yang tercantum pada LoA Unconditional yang diunggah tidak sesuai ketentuan maka wajib melampirkan Surat Defer (Penundaan) dari Perguruan Tinggi yang menerbitkan LoA, yang diunggah bersamaa dengan LoA.
4. Jika pendaftar mengunggah LoA Unconditional yang tidak sesuai ketentuan LPDP, maka dianggap tidak memenuhi kriteria pendaftaran.

 
Simak juga » Daftar Beasiswa Dalam Negeri Jenjang S1, S2, S3

Dokumen aplikasi:
1. Biodata Diri (diisi online)
2. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
3. Kartu Keluarga
4. Tangkapan layar pada laman https://cekbansos.kemensos.go.id/ Kementerian Sosial sebagai bukti penerima Program Keluarga Harapan (PKH), penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), dan/atau Penerima Bantuan Iuran (PBI)

5. Scan Ijazah S1 (Asli atau Legalisir) atau SKL (Surat Keterangan Lulus)
6. Scan Transkrip Nilai S1 (bukan Transkrip Profesi)
7. Dokumen penyetaraan ijazah dan konversi IPK dari Kemendikbudristek atau tangkapan layar pengajuan penyetaraan ijazah dan konversi IPK

8. Sertifikat Bahasa Asing yang dipersyaratkan dan Masih Berlaku (Asli)        

9. Letter of Acceptance (LoA) Unconditional yang masih berlaku dan sesuai dengan Perguruan serta Program studi yang dipilih (lihat: Daftar Universitas Beasiswa LPDP Beasiswa Afirmasi)
10. Surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi
11. Surat pernyataan pada aplikasi pendaftaran saat akan melakukan submit (diisi online)
12. Profil Diri pada formulir pendaftaran online (diisi online)           
13. Komitmen kembali ke Indonesia dan rencana kontribusi di Indonesia pasca studi (diisi online)
14. Publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi pengalaman organisasi (diisi online)
15. Surat Pernyataan bermeterai 10000 jika pendaftar merupakan anggota keluarga pertama di keluarga yang mendapatkan gelar Sarjana (S1) atau pertama di keluarganya mengejar gelar Magister (opsional) *) 
*) Surat harus diterbitkan pada tahun pendaftaran

Ket:

Format Surat Pernyataan, Surat Rekomendasi, serta Komitmen kembali ke Indonesia dan rencana kontribusi di Indonesia pasca studi bisa dilihat di panduan Beasiswa Prasejahtera LPDP (Unduh)
 
Simak juga » Informasi Beasiswa S2 Luar Negeri Terbaru 2023

Pendaftaran:

Pendaftaran Beasiswa Prasejahtera LPDP dilakukan secara online melalui laman resmi LPDP: beasiswalpdp.kemenkeu.go.id
 
Sebelum bisa login, Anda harus memiliki akun terlebih dahulu. Buat akun di laman tersebut jika belum punya, kemudian login untuk melengkapi formulir pendaftaran yang disediakan. Berikutnya unggah dokumen aplikasi yang diperlukan berdasarkan keterangan dokumen di atas. Anda bisa menscan dokumen terlebih dahulu. Pastikan melakukan submit aplikasi pendaftaran untuk mendapatkan kode registrasi/pendaftaran.

Pengajuan Beasiswa Prasejahtera LPDP  2023 – 2024 dibuka dua tahap. Pendaftaran online beasiswa Tahap 1 dibuka mulai 25 Januari – 25 Februari 2023. Kemudian pendaftaran Tahap II dibuka mulai 9 Juni – 9 Juli 2023. Detil bisa dilihat jadwal di bawah.

 
Proses Seleksi Beasiswa Prasejahtera sebagai berikut:
1. Seleksi Administrasi
2. Seleksi Bakat Skolastik
3. Seleksi Substansi
4. Bagi peserta Beasiswa Prasejahtera yang mendaftar dengan LoA Unconditional yang sesuai dengan ketentuan LPDP dapat melanjutkan ke tahap Seleksi Substansi tanpa mengikuti Seleksi Bakat Skolastik.
 
Simak juga » Daftar Beasiswa S1, S2, S3 2023 – 2024 Terbaru
 
Jadwal Seleksi:
Jadwal seleksi beasiswa LPDP Tahap I:
Pendaftaran Beasiswa: 25 Januari – 25 Februari 2023
Seleksi Administrasi: 27 Februari – 11 Maret 2023
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 14 Maret 2023
Seleksi Bakat Skolastik: 27 – 29 Maret 2023
Pengumuman Hasil Seleksi Bakat Skolastik: 5 April 2023
Seleksi Substansi: 10 – 15 April dan 2 – 31 Mei 2023
Pengumuman Hasil Seleksi Substansi: 8 Juni 2023
Intake paling cepat: Juli 2023

Jadwal seleksi beasiswa LPDP Tahap II:

Pendaftaran Beasiswa: 9 Juni – 9 Juli 2023
Seleksi Administrasi: 10 – 23 Juli 2023
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 27 Juli 2023
Seleksi Bakat Skolastik: 7 – 9 Agustus 2023
Pengumuman Hasil Seleksi Bakat Skolastik: 16 Agustus 2023
Seleksi Substansi: 4 September – 27 Oktober 2023
Pengumuman Hasil Seleksi Substansi: 7 November 2023
Intake paling cepat: Januari 2024

Kontak:

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan
Gedung Danadyaksa Cikini, Jl. Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat 10330
[e] cso.lpdp@kemenkeu.go.id / bantuan.lpdp.kemenkeu.go.id
[t] 1500652
[w] https://www.lpdp.kemenkeu.go.id