5 Alternatif Pengganti PR untuk Siswa

PR untuk siswa sebenarnya masih menjadi perdebatan. Haruskah siswa memiliki PR? Sebagian pihak berpendapat bahwa PR untuk siswa dapat menempa mereka untuk menjadi lebih disiplin dan pandai mengatur waktu. Sebaliknya, sebagian pihak lagi berpendapat diperlukannya penghapusan PR terutama agar siswa memiliki kehidupan sosial yang lebih sehat. Harapannya, dengan tidak adanya PR maka siswa punya waktu untuk mengenal teman-teman di lingkungan tempat tinggalnya.

Baca juga: 4 Cara Memotivasi Siswa untuk Aktif Belajar Mandiri dari Rumah

Terlepas dari pro dan kontra penghapusan PR, kita sebagai guru menghadapi pertanyaan baru: apa alternatif pengganti PR? Pertanyaan ini terbilang urgen seiring dengan semakin meluasnya penerapan Kurikulum Merdeka.

Kurikulum Merdeka apakah ada PR? Guru Pintar tentu sudah mengetahui jawabannya. Kalau tidak, tentu takkan muncul urgensi solusi selain memberi PR, bukan?

Kalau begitu, kembali kepada pertanyaan sebelumnya, apa alternatif pengganti PR? Berikut beberapa ide alternatif pengganti PR yang mungkin dapat membantu Guru Pintar mengeksplorasi berbagai kemungkinan solusi selain memberi PR.

 

1. Terapkan Project Based Learning

solusi selain memberi pr
Photo by Alena Darmel on Pexels

Project based learning mendorong siswa untuk fokus dan terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Proyek yang sedang dikerjakan merupakan kegiatan pengganti Pekerjaan Rumah (PR) yang seharusnya lebih menarik bagi siswa. Sebaiknya kita tetap membuka jalur komunikasi selama siswa mengerjakan proyeknya di rumah. Kita juga harus memberikan ekspektasi dan sistem penilaian yang jelas agar siswa tahu apa yang harus dilakukannya.

Dengan bimbingan dan kerangka yang baik, program pengganti PR ini dapat menumbukan etos kerja siswa. Mereka juga belajar mengatur waktu, kapan mengerjakan proyeknya agar masih dapat menikmati waktu luangnya.

 

2. Membaca Bebas

kegiatan pengganti Pekerjaan Rumah
Photo by Rahul Shah on Pexels

Literasi merupakan fokus penting dalam Kurikulum Merdeka. Di sisi lain, minat baca siswa secara umum masih terbilang rendah. Untuk itu, kita bisa memberi tugas membaca bebas di rumah sebagai program pengganti PR.

Membaca bebas adalah kegiatan pengganti Pekerjaan Rumah (PR) yang mengharuskan siswa untuk membaca buku apapun yang mereka inginkan di rumah selama 15 menit setiap malam – tentu saja, Guru Pintar dapat menentukan alokasi waktu sendiri. Kita bisa bekerja sama dengan orang tua, mungkin dengan memberi mereka lembar kegiatan untuk mengawasi rutinitas membaca tersebut. Atau, kita juga bisa meminta siswa menuliskan isi bacaannya ke dalam satu paragraf. Mungkin Guru Pintar memiliki metode monitoring yang lain? Silakan diterapkan.

 

3. Kegiatan Sosial

Kurikulum merdeka apakah ada PR
Photo by Matthias Zomer on Pexels

Kegiatan pengganti Pekerjaan Rumah (PR) yang satu ini sebenarnya masih bisa dikategorikan sebagai project based learning. Proyek sengaja dirancang untuk membuat siswa lebih terlibat dalam kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggalnya. Dengan demikian, proyek atau kegiatan tersebut juga berperan sebagai sarana pendidikan karakter bagi siswa.

Misalnya, kita bisa membuat media kartu yang masing-masing berisi satu kegiatan sosial seperti mewawancarai lansia, membantu tetangga, dan lain sebagainya. Siswa memilih kartu secara acak, kemudian beri mereka waktu satu pekan atau satu bulan untuk menyelesaikan kegiatan pengganti Pekerjaan Rumah (PR) tersebut. Guru Pintar bebas  menentukan seberapa rumit atau berat kegiatan sosial yang ditugaskan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya.

 

4. Eksplorasi dan Observasi

pendalaman karakter jadi pengganti PR Siswa
Photo by George Milton on Pexels

Pendalaman karakter jadi pengganti PR siswa juga dapat dilakukan melalui kegiatan eksplorasi dan observasi di luar sekolah. Beri kesempatan kepada siswa untuk mengamati aktivitas di luar sekolah yang sesuai dengan minat mereka. Kita bisa menggunakan museum, perpustakaan kota, pasar tradisional, kompleks pertokoan, alun-alun kota, kantor pemerintahan, atau tempat-tempat lain di sekitar sekolah dan tempat tinggal siswa sebagai objek pengamatan.

Alternatif selain PR ini memberi kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dengan orang-orang di tempat yang dipilihnya. Pengalaman di luar kelas seperti ini juga turut berperan dalam pendidikan karakter siswa. Guru Pintar dapat memberikan panduan apa saja yang harus diamati, kemudian memeriksa laporan hasil pengamatannya atau digunakan sebagai bahan diskusi dan presentasi di kelas.

 

5. Beri Siswa Pilihan

Haruskah siswa memiliki PR
Photo by Karolina Grabowska on Pexels

Sudah pernah menanyakan kepada siswa apa alternatif selain PR yang mereka inginkan, Guru Pintar? Memberi kesempatan kepada siswa untuk memilih apa yang ingin mereka kerjakan bukan berarti melepas otoritas kita. Justru keleluasaan yang kita berikan tersebut memberi mereka suntikan semangat untuk melakukan yang terbaik. Ketika akan masuk pada materi baru, memastikan penguasaan konsep, atau memeriksa ingatan siswa tentang materi yang disampaikan bulan lalu, misalnya, kita bisa menawarkan beberapa kegiatan belajar dan biarkan siswa memilih kegiatan yang diinginkannya

Baca juga: Tips Agar Guru Tetap Sabar Saat Menghadapi Murid di Kelas

Lima kegiatan pengganti Pekerjaan Rumah (PR) di atas hanyalah gagasan umum yang masih dapat disesuaikan lagi dengan kebiasaan dan strategi Guru Pintar mengajar selama ini. Tentunya, kita bisa saling berbagi program pengganti PR satu sama lain guna memperkaya metode dan meningkatkan efektivitas pembelajaran.